Anak Suka Meniru Pertanda Cerdas Bagian 2

Ini Yang Ditiru Bayi 8-12 Bulan

sat-jakarta.com – Bayi mulai meniru perilakuperilaku baru. Ia memproses secara kognitif tentang apa yang dilihat dan dirasakan, lalu meniru perilaku tersebut. Namun, apa yang ditirunya tetaplah sesuatu yang familiar bagi bayi, seperti: saat Mama memegang sendok dan memasukkannya ke mulut; memegang bola; melempar mainan; mendorong boneka; memasukkan mainan ke boks. Juga bayi mulai meniru katakata seperti yang diucapkan Mama (berceloteh): mama, papa, mama, num, inum, bobo, pipi, pupu.

Pada usia ini peniruan yang dilakukan bayi sudah memiliki tujuan, juga dia akan berusaha keras untuk berhasil. Jadi, saat bayi meniru memegang sendok dan memasukkannya ke mulut, karena memang dia ingin bisa melakukan hal itu: mengambil makanan di piring dengan sendok, dan memasukannya ke dalam mulut. Intinya, apa yang ditiru sudah didasari oleh “tujuan” tertentu. Nah, siap mengamati peniruan-peniruan yang dilakukan si kecil?

Semua Bayi Adalah Peniru

Pada dasarnya semua bayi adalah peniru yang baik. Dikarenakan meniru adalah proses alamiah dan instinctive. Yang perlu diperhatikan justru ketika bayi kurang dapat melakukan perilaku imitasi ini, karena kemungkinan ada masalah dalam perkembangan fsik dan mentalnya. Hal ini perlu dikonsultasikan ke dokter anak.

Peka Merespon

Yang utama dan paling dibutuhkan bayi saat menunjukkan peniruan adalah respons orangtua. Respons hangat orangtua akan memancing bayi tergerak untuk meniru dan mau meniru hal lainnya lagi. Mama Papa juga jangan bosan memberikan contoh tentang apa saja. “Anak Ayah mau makan, ya? Yuk!” atau “Ouw… tos… siiip!” Namun tentu berikan contoh-contoh perilaku yang positif, jangan yang negatif, seperti membentak, memukul, atau merokok di depannya.

Mengapa Bayi Meniru?

Perilaku meniru pada bayi ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya: • Hasil pengamatan bayi akan dunia sekitarnya. Bayi melakukan tindakan meniru karena mereka merasa bisa dan terdorong untuk mengembangkan kebiasaan mereka. • Bayi meniru juga dipengaruhi oleh kesenangan melakukan hal yang berulang dan yang menarik bagi mereka. • Selain kesenangan, bayi juga belajar bahwa perilaku mereka mendapat respons dari luar sehingga mereka cenderung mengulang terus-menerus. Intinya, otak mereka baru belajar bahwa “perilaku saya direspons oleh orang lain, maka akan saya ulang”.