Anak Suka Meniru Pertanda Cerdas

pascal-edu.com – Walau terlihat sepele, meniru bagi bayi mempunyai banyak manfaat. Pasalnya, hampir seluruh aspek perkembangan dan keterampilan yang dimiliki bayi didapatnya melalui proses meniru. Jadi, dengan meniru, bayi belajar banyak hal. Dari sini kita bisa melihat bahwa proses imitasi merupakan awal dan penting dalam proses intelektual, juga kognisi bayi. Kenapa?

Dengan melakukan imitasi, bayi belajar menggunakan kemampuan motorik halus dan kasar mereka, serta melatih kemampuan bahasa dan berkomunikasi mereka. Contoh: di usia 1—8 bulan, bayi meniru gerakan senyum dan berceloteh “coo, ah, um, ma,” itu adalah awal bayi belajar menggunakan kemampuan motorik dan kemampuan berbahasa, serta komunikasi dengan orang lain.

Demikian halnya ketika bayi mulai dapat menggerakkan benda dan menyebutkan satu kata utuh. Lainnya, dengan meniru, bayi dapat melatih perkembangan sosio-emosinya. Ketika bayi berusaha meniru ucapan mamanya dengan berceloteh “coo, ma, pa”, saat itu dirinya juga sedang mempelajari nada, intonasi, tekanan, dan berbagai ekspresi emosi yang bisa muncul melalui bunyi.

Hal itu bisa terjadi karena apa pun yang ditangkap oleh indra akan diproses di otak (sesuai tahap perkembangannya), lalu muncullah perilaku meniru. Semakin otak berkembang, semakin jelas tujuan perilaku menirunya dan semakin kompleks responsnya, termasuk bukan sekadar meniru gerakan, tapi mulai muncul emosi tertentu saat meniru sesuatu.

Oleh karena itu, Mama Papa jangan sia-siakan tahapan meniru ini, manfaatkanlah sebaik mungkin supaya semakin banyak aspek yang bisa dilatih, diasah, dan dikembangkan pada diri bayi. Jadi, jangan bosan untuk mengulang-ulang, berekspresi, memainkan intonasi suara, dan merespons perilaku bayi yang suka meniru. Dengan begitu, bayi akan terus tertarik memunculkan perilaku imitasi lainnya.

READ  Mainan Terbaik Versi Mama

Ini Yang Ditiru Bayi 1-8 Bulan

Karena bayi belum memiliki kemampuan analisis, jadi peniruan dilakukannya secara spontan, tanpa makna. Itu sebab, bayi lebih sering meniru hal-hal yang mudah dan terus-menerus ditemuinya, seperti: mimik wajah (senyum, senang, sedih, terkejut, takut); mengangkat tangan ke atas, ke samping; membuka dan menutup telapak tangan; memasukkan jari/tangan ke mulut; berceloteh coo, ma, pa, na, da, mi untuk meniru kata-kata yang diucapkan oleh Mama.