Kriteria Wajib Pajak Lapor SPT Harus Menggunakan E-Filing

Kriteria Wajib Pajak Lapor SPT Harus Menggunakan E-Filing

Konsultan Pajak Jakarta – Ditjen Pajak Kementerian Keuangan RI memutuskan melakukan perubahan terkait dengan SPT pajak. Hal ini tertuan secara penuh daam Peraturan Dirjen Pajak di Nomor PER-02/PJ/2019 mengenai Tata Cara Penyampaian, Penerimaan serta Pengolahan Surat Pemberitahuan.

Hestu Yoga Saksama sebagai Direktur Penyuluh, Pelayanan dan Hubungan Masyrakat Ditjen Pajak menyampaikan jika salah satu pokok perubahan adalah mengenai kewajiban penyampaian surat pemberitahun dari e-Filing.

Tujuan dari aturan ini untuk meringankan beban administrasi WP, jadi sangat diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berusaha. “Hanya diwajibkan untuk WP tertentu, tidak semuanya” ujar Hestu.

Dilihat dari PER-02 ini, wajib pajak badan yang telah terdaftar pada KPP Madya, atau KPP di lingkungan kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus atau Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak WP besar, memiliki kewajiban untuk menyampaikan SPT Tahunan, juga SPT PPh berdasarkan pada pasal 21/26, juga berhak menyampaikan SPT PPn dari e-Filing.

Selain untuk para wajib pajak tersebut, seluruh kewajiban penyampaian surat pemberitahun tahunan dari e-Filing berlaku untuk wajib pajak tertentu, di antaranya adalah WP yang telah melakukan pemangkasan pajak penghasilan pada lebih dari 20 pegawainya, wajib memakai e-Filing.

Selanjutnya adalah pengusaha kena pajak yang wajib memakai e-Filing untuk menyampaikan surat pemberitahuan masa pajak pertambahan nilai. “Bila WP yang diwajibkan menyampaikan surat pemberitahuan pajak dari e-Filing, nyatanya memakai cara lain seperti menyampaikan SPT secara langsung atau via pos, maka SPT yang telah disampikan tidak akan diterima, dan akan dikembalikan pada WP” ungkapnya.

PER-02 ini memberikan banyak kemudahan layanan untuk wajib pajak yang mana seluruh jenis SPT, tidak terkecuali dengan SPT Pembetulan serta SPT Masa lebih bayar bisa diterima oleh KP2KP serta layanan dari luar kantor.

Seperti pada pengaturan sebelumnya mengatakan jika SPT Tahunan 1770S serta 1770SS yang memiliki status nihil disampikan dari e-Filing, tidak perlu lagi melampirkan keterangan serta dokumen pendukung seperti SSP. “DJP terus menghimbau agar WP bisa menyampaikan SPT lebih cepat supaya lebih nyaman serta menghindari resiko keterlambatan atau lupa”katanya.