Mainan Terbaik Versi Mama

generasimaju.com – Bermain adalah salah satu cara anak untuk belajar. Ada banyak keterampilan yang dapat dikembangkan melalui bermain, baik itu keterampilan motorik, bahasa, kognitif, maupun sosial emosional. Apalagi, masuk usia batita, anak seolah tak pernah bisa diam lantaran didorong oleh rasa ingin tahunya yang tinggi sehingga membuatnya gemar mengeksplorasi. Jadilah, orangtua kerap dibuat kewalahan ketika mendampinginya bermain: membongkar pojok yang satu, kemudian tiba-tiba berpindah lagi ke tempat yang lain. Namun, jangan dimarahi ya, Mam. Ingat, melalui bermain, si batita sesungguhnya sedang mempelajari banyak hal. Nah, untuk membantu mengembangkan aneka keterampilan yang tengah dipelajarinya itu, Mama dapat menggunakan beragam mainan. Seperti apa mainannya? Yuk, kita simak pengalaman sejumlah Mama dalam memilihkan mainan untuk buah hatinya, berikut pendapat pakar.

Pilih Mainan Sesuai Usia Anak

* Usia 13 sampai 23 bulan, berikan mainan yang banyak menstimulasi keterampilan motorik kasarnya. Anak sangat menyukai aktivitas menyentuh, melempar, dan mendorong. Mainan seperti bola atau mobilmobilan yang didorong biasanya menjadi incaran batita awal.

* Usia 24 sampai 36 bulan, lebih banyak untuk mengembangkan keterampilan motorik halusnya. Batita juga mampu bermain simbolis, contoh mendorong kotak sepatu seolah-olah mobil. Memasuki usia 3 tahun, anak juga sudah dapat diajak bermain peran; ebagai dokter, ibu guru, dan lain-lain. Ini akan memperkaya kosakata batita dan akan mengembangkan keterampilannya bersosialisasi.

LENNY ANGGRAENY (26), mama dari Annish Aniq Al Faqih (20 bulan) “Mendongeng, lego, pasel, drum mainan, piano, abjad kartu dan warna. Karena, usia 1—3 tahun merupakan masa emas untuk batita, belajar sambil bermain. Nah, sebagai ortu harus bisa memberikan mainan yang dapat djadikan sarana belajar agar anak tumbuh maksimal.” Komentar Pakar: “Mainan yang dipilih Ibu Lenny sudah tepat dan cukup bervariasi. Semakin bervariasi, maka keterampilan yang distimulasi pun semakin beragam. Hanya saja, untuk pasel, sebaiknya pilihkan yang tidak terlalu rumit. Untuk awal, cukup 2 keping dulu. Pengenalan kartu abjad juga sebaiknya ditunda dulu, nanti kalau masuk usia 3 tahun.”

NUNGKY ANDRIANI (28), mama dari Syazanica Tisani Z (3) “Saat Nica, sekitar 6 bulan, saya kenalkan buku bantal, boneka, mainan yang mengeluarkan bunyi. Mainannya menginjak setahun adalah tongkat ayam yang bunyi buat memotivasi belajar jalan, buku dari kertas, pensil warna, alat masak plastik, pasel, dan baru-baru ini lego. Prinsip saya, sesuaikan dengan kemampuan dan kemauan anak, jangan dipaksa dan yang pasti punya unsur edukasi. Satu hal lagi, tidak harus mahal, he he….” Komentar Pakar: “Prinsip Mama dalam memilihkan mainan yang sesuai dengan kemampuan, maksudnya tahapan perkembangan anak dan minat anak, sudah tepat. Itu terlihat dari pilihan mainan Mama yang pas. Ketika anaknya usia 1 tahun diberikan mainan untuk belajar jalan. Selanjutnya, Mama jangan mengabaikan ragam mainan yang diberikan. Berikan ragam mainan yang bervariasi agar banyak keterampilan yang terstimulasi.”