Pawai Bunga di Surabaya Mengusung Tema Lebah

Pawai Bunga di Surabaya Mengusung Tema Lebah

Pawai Bunga di Surabaya Mengusung Tema Lebah – BUMN kepelabuhanan Pelindo III turut berpartisipasi dalam parade budaya dan pawai bunga Kota Surabaya yang diselenggarakan pada Minggu (24/3) di Surabaya. Kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi ke726 Kota Surabaya tersebut dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang diikuti oleh berbagai instansi seperti pemerintahan, BUMN, BUMD, universitas, dan sekolah tinggi.

VP Corcom Pelindo III Wilis Aji Wiranata menjelaskan, Pelindo III Group turut berpartisipasi di parade budaya dan pawai bunga dalam rangka hari jadi ke-726 Kota Surabaya, dan kali ini mengusung konsep binatang lebah. Lebah memiliki filosofi yang luar biasa. Lebah adalah hewan cerdas, mampu menjaga kekompakan dan tidak suka merusak. Perilaku binatang ini mencerminkan kebaikan dan manusia dapat mengambil banyak hikmah darinya, tutur Wilis. “Dari situ dapat diambil pelajaran bahwa dalam bekerja manusia harus mengambil sesuatu yang baik dan halal, serta dalam proses bergaul tidak menyakiti dan selalu menjaga kedamaian.

Dari hasil saripati yang baik berupa madu yang sangat bermanfaat sebab sesuatu yang diambil dari yang halal maka hasilnya pun halal dan mempunyai banyak manfaat,” imbuhnya. Keikutsertaan ini merupakan bukti bahwa Pelindo III Group selalu bekerja, berkarya untuk kemajuan kota Surabaya, menjadi pintu gerbang ekonomi melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dalam pertunjukannya, lebah Pelindo III Group juga diiringi atraksi marching band dan penari serta lagu jinggle Pelindo III saat berangkat dari garis start di Tugu Pahlawan dan finish di Santa Maria. Meski cuaca mendung, hal itu tidak menyurutkan antusiasme warga Surabaya untuk menyaksikan parade budaya dan pawai bunga. Jalanan yang dilewati parade pun penuh sesak oleh warga.

Begitu parade dimulai, warga langsung mengambil kesempatan untuk mengambil gambar. Mereka mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponsel. Keriuhan semakin ramai saat masing-masing peserta menunjukan keunikannya termasuk atraksi marching band dari Pelindo Marine Service. Momen itu juga dimanfaatkan warga untuk berfoto bareng, terutama berfoto bersama peserta pawai yang mengenakan busana karnaval. Satu persatu warga berebut untuk berfoto baik selfie maupun difoto oleh teman dekatnya.

Berlangsung Sampai Malam Hari

Parade yang spektakuler ini berlangsung dari pagi hari hingga malam hari dan berhasil menghibur setiap orang yang melihatnya. Saat malam hari pihak penyelenggara menyiapkan unit genset besar bahan bakar diesel untuk menunjang acara parade tersebut agar berjalan lancar dan penerangan tidak terganggu karena listrik yang di matikan oleh PLN. Panitian menggunakan genset dengan merk Perkins yang berasal dari pabrikan Jepang dimana mesin tersebut diakui hemat bahan bakar. Harga genset perkins 13 kva di palembang yang digunakan pada parade tersebut berkisar antara 80 juta sampai dengan 95 juta rupiah.