Pembasmi Rayap Jakarta: Pra dan Post Konstruksi

Pembasmi rayap Jakarta perlu mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah. Selain telah mengeluarkan kebijakan mengenai pencegahan hama, pemerintah perlu mencanangkan aksi nyata untuk melindungi aset-aset negara. Di tahun ini saja, aset-aset yang rusak karena adanya rayap sudah sangat banyak. Misalnya saja, pada bulan Maret kemarin terdapat beberapa kotak suara yang akan digunakan untuk pemilu rusak dimakan rayap. Meski tidak seberapa, jika dibiarkan akan menimbulkan kerugian yang lebih lagi di masa mendatang.

Aset-aset negara seperti alat tukar juga perlu dipelihara keberadaannya. Tidak jarang ada kasus yang menemukan bahwa alat tukar ini rusak dimakan oleh rayap. Bahkan salah satu warga mengakui bahwa uang tabungannya yang ia simpan di dalam lemari selama bertahun-tahun habis dimakan oleh hewan yang satu ini.

Dalam menangani hal ini, pemerintah melakukan aksi pembasmi rayap Jakarta dengan mensosialisasikan pencegahan rayap melalui pra konstruksi dan post konstruksi. Kedua pencegahan ini perlu dilakukan oleh seluruh instansi-instansi yang terlibat dan memelihara aset-aset seperti gedung, berkas-berkas, dan lain sebagainya. Aksi pra konstruksi ini dilakukan dengan cara mendesai bangunan dengan konsep anti rayap.

Desain ini dibuat dari mulai merancang ventilasi yang cukup menampung sinar matahari, mendesain dekorasi ruangan berbahan kayu dengan posisi yang tepat, serta memilih bahan-bahan kayu yang berkualitas untuk dijadikan sebagai bahan bangunan tertentu.

Aksi post konstruksi pembasmi rayap Jakarta adalah dengan merawat kayu-kayu secara berkala. Kayu-kayu ini disemprot dengan menggunakan bahan-bahan tertentu. Bahan-bahan ini biasanya terdiri atas bahan-bahan kimia ataupun bahan-bahan tradisional. Bahan-bahan kimia untuk penyemprotan hama bisa dibeli di toko-toko penjual alat pembasmi rayap Jakarta. Sementara itu, semprotan berbahan tradisional bisa dibuat sendiri dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti semprotan dari ekstrak bawang putih, semprotan dari ekstrak cabai rawit, serta ekstrak daun mint. Bahan-bahan ini memiliki bau yang khas dan tidak disukai oleh rayap. Cara kerjanya seperti menyemprot nyamuk, namun penyemprotan tidak dilakukan sembarangan melainkan pada benda-benda yang berbahan kayu.