Terjadinya Default pada Penerbit Obligasi

Terjadinya default pada penerbit obligasi, yaitu penerbit tidak mampu membayar bunga atau kupon dan tidak mampu membayar nilai pokok obligasi ketika memasuki masa jatuh tempo. Default ini biasanya hanya terjadi pada obligasi yang diterbitkan oleh suatu perusahaan dan sangat jarang terjadi. kurs dollar

Tip Membeli Suatu Obligasi

Ada beberapa tip yang sebaiknya dimengerti oleh calon investor sebelum membeli suatu obligasi.

  • Pahami risiko. Setiap investasi memiliki resiko baik negatif maupun positif. Walaupun obligasi dianggap memiliki risiko yang cukup rendah, namun kejelian memilih obligasi sangat dibutuhkan. Bila akan membeli obligasi yang diterbitkan suatu perusahaan, harus benar-benar diteliti terlebih dahulu hal keamanannya. Janji keuntungan yang besar juga akan memiliki risiko yang tidak sedikit.
  • Pilih obligasi yang diterbitkan negara. Hampir semua obligasi yang diterbitkan negara aman untuk dimiliki. Hanya saja, keuntungan yang diberikan biasanya tidak terlalu besar, hanya 1% atau 2% tingkat suku bunga. Karena yang meminjam uang adalah negara, kemungkinan terjadinya default sangat kecil. Setiap ada berita akan diterbitkannya surat utang negara, harga obligasi yang sudah beredar biasanya mengalami penurunan karena banyak invstor yang siap menyerbu surat utang negara tersebut.
  • Perhatikan masa berlaku dan besar kupon. Pada obligasi dengan masa berlaku pendek antara 1 – 3 tahun, suku bunga fix bisa dijadikan pilihan. Namun pada obligasi yang memiliki masa berlaku panjang di atas 5 tahun, bahkan 10 tahun, 20 tahun dan seterusnya, sebaiknya pilih yang memberikan kupon secara floating rate.
  • Belajar tentang bursa. Sebelum menerjuni suatu bidang, calon investor idealnya banyak-banyak belajar tentang bidang tersebut, termasuk tentang obligasi. Di bursa inilah jual beli obligasi hanya bisa dilaksanakan. Mengikuti seminar, workshop dan kursus tentang dunia bursa saham dan obligasi sangat dianjurkan. Jangan sampai ada kata “sudah terlanjur” terucap hanya gara-gara tidak mengetahui seluk beluk dunia investasi, khususnya obligasi. Keluar uang sedikit untuk biaya kursus akan lebih baik daripada mengalami kerugian yang sangat besar.
  • Jeli memilih kantor pialang. Di hampir setiap kota besar di Indonesia, banyak sekali berdiri kantor pialang resmi. Semua menawarkan produk-produk perdagangan efek mulai dari saham, reksadana dan obligasi. Namun calon investor harus benar-benar jeli memilih kantor pialang itu, karena seringkali didapati sebuah kantor pialang yang dalam keadaan dibekukan, namun masih menjalankan operasional perusahaan termasuk melakukan penawaran-penawaran produk fix income. Informasi daftar pialang aktif dan pialang yang sudah dibekukan bisa dilihat di kantor atau website Bursa Efek Indonesia.
  • Jeli memilih wakil pialang. Investor tidak bisa melakukan transaksi secara langsung di perusahaan bursa efek, namun harus melalui perusahaan pialang efek. Di perusahaan pialang efek ini pun, investor harus didampingi oleh seorang wakil pialang perusahaan efek agar transaksi yang dilakukan tetap selalu berada dalam koridor trading rules yang benar. Perusahaan bursa, perusahaan pialang, dan wakil pialang ini akan mendapatkan komisi yang diambil dari nilai transaksi yang dilakukan oleh investor. Bersama wakil pialang yang berpengalaman dan terpercaya itu, transaksi jual beli obligasi investor diharapkan tetap berada pada jalur yang benar dan bisa terkontrol dengan baik.